jump to navigation

Belajar Bahasa Inggris November 16, 2008

Posted by haniif in My Thesis.
2 comments
 

PRESENT 

PAST 

FUTURE 

Simple

To be / s/es  

V2 

Shall/Will + V1 

Continous 

Is/am/are + Ving 

Was/were +Ving 

Shall/Will + be + Ving 

Participle 

Have/has + v3 

Had + V3 

Shall/Will +have+ V3 

Continous Participle 

Have/has been +Ving 

Had been +Ving 

Shall/Will +have been +VIng

Example :

I ate

I were eating

I had ate

I had been eating

 

I will eat

I will be eating at 7pm tommorow

I will have ate at 8pm tommorow

I will have been eating at 7 pm tommorrow for next 15 minute

NB : Thanks to Subekti Pranoto

Strategi untuk Structure Question Agustus 3, 2008

Posted by haniif in TOEFL.
Tags: , , ,
1 comment so far

Soal nomer 1-15 pada bagian structure and writing akan menguji kemampuan pada struktur kalimat yang benar dalam bahasa inggris. Untuk mengerjakan bagian ini, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

  1. Pelajari semua bentuk kalimat yang ada. Ada 60 bentuk kalimat. Pelajari dan pahami.
  2. Teliti setiap pilihan jawaban yang ada. Selanjutnya coret pilihan jawaban yang dianggap salah.
  3. Jangan mencoret pilihan yang diangap salah tanpa mencoba pilihan tersebut di soal. Sebab ada kalanya pilihan tersebut benar ketika dia berdiri sendiri. Tapi menjadi salah jika dimasukkan dalam kumpulan kalimat.
  4. Jangan membiarkan ada satu soal yang tidak dijawab. Isi semua jawaban di lembar jawaban, sebab tidak ada penalti untuk jawaban yang salah.
  5. Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan soal yang dianggap sulit. Tinggalkan soal tersebut, dan kerjakan jika ada waktu yang tersisa.

Pada bagian selanjutnya, akan saya tuliskan ke-60 bentuk kalimat (santances) tersebut.

Strategi untuk menyelesaikan bagian structure and writing (1) Agustus 3, 2008

Posted by haniif in TOEFL.
Tags: , , ,
2 comments

Strategi umum :

  1. Petunjuk untuk mengerjakan pada semua test TOEFL sama. Jadi biasakan dengan petunjuk-petunjuk tersebut
  2. Mulailah dengan mengerjakan soal nomer 1-15 terlebih dahulu.

    Soal nomer 1-5 adalah soal yang termudah. Sedangkan soal nomer 11 sampai 15 adalah yang paling sulit. Jadi jangan habiskan waktu untuk mengerjakan soal ini.

  3. Selanjutnya, kerjakan soal nomer 16-40.

    Soal nomer 16-20 adalah soal yang termudah. Sedangkan soal nomer 36 sampai 40 adalah yang paling sulit. Jadi jangan habiskan waktu untuk mengerjakan soal ini.

  4. Jika masih ada waktu, kerjakan soal no 11 – 15, dan soal nomer 36-40
  5. Jangan ada satu soal yang tidak dijawab. Isi semua jawaban di lembar jawaban, sebab tidak ada penalti untuk jawaban yang salah.

Srategi untuk tes TOEFL Agustus 3, 2008

Posted by haniif in TOEFL.
Tags: , , ,
1 comment so far

Salah satu syarat untuk wisuda di ITS adalah mendapatkan nilai TOEFL miman 450 untuk S1 dan 475 untuk S2. Saya akan tuliskan strategi yang bisa digunakan ketika melakukan tes TOEFL.

Strategi umum untuk mengerjakan TOEFL adalah :

  1. Petunjuk untuk mengerjakan pada semua test TOEFL sama. Jadi biasakan dengan petunjuk-petunjuk tersebut
  2. Kerjakan soal yang gampang terlebih dahulu. Jangan terlalu focus pada soal yang menghabiskan waktu lama.
  3. Jangan ada satu soal yang tidak dijawab. Isi semua jawaban di lembar jawaban, sebab tidak ada penalti untuk jawaban yang salah.

Test TOEFL ada 3 bagian, yaitu Listening, Structure, dan Reading

Pada tulisan saya selanjutnya, akan saya bahas strategi untuk masing-masing bagian dari tes TOEFL.

Peramalan Juli 17, 2008

Posted by haniif in Umum.
Tags: , ,
add a comment

Peramalan adalah suatu proses memperkirakan secara sistematik tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa depan berdasar informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan) dapat diperkecil. Peramalan dapat juga diartikan sebagai usaha memperkirakan perubahan. Agar tidak disalahpahami bahwa peramalan tidak memberi jawaban pasti tentang apa yang akan terjadi , melainkan berusaha mencari yang sedekat mungkin dengan yang akan terjadi. Dengan demikian tugas ini masih dalam kapasitas pikiran manusia.

Teknik-Teknik Peramalan

Terdapat banyak teknik atau metode ilmiah untuk peramalan yang dibedakan dalam dua kelompok, yaitu kualitatif dan kuantitatif.

  1. Metode Kualitatif

Metode kualitatif digunakan jika data historis atau empiris dari variabel yang akan diramal tidak ada, tidak cukup, atau kurang dapat dipercaya. Metode ini juga disarankan jika lingkungan dan teknologi sedang atau diperkirakan akan mengalami perubahan drastis. Sebagai gantinya, input utama metode ini adalah judgment, opini, dan pengalaman. Karena alasan itu, metode ini juga dinamakan judgmental, subjective, intuitive, or technological forecasting method. Beberapa teknik yang termasuk dalam kelompok ini antara lain : jury of executive ( expert ), opinion, Delphi method, dan pendekatan hirarki analitik.

  1. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif memerlukan data historis atau empiris dan ini menuntut variabel yang digunakan mempunyai satuan ukuran atau dapat diukur. Metode ini umumnya beranggapan bahwa pola masa lalu akan berulang. Termasuk dalam kelompok ini antara lain : causal model, simultaneous model, time deret berkala model, gabungan causal dan time series model, leading indicators, analisis input output dan analisis Markov.

Time series (univariate) model didasarkan pada analisis data sebuah variabel hasil pengamatan yang disusun mengikuti urutan waktu. Pengamatan dapat secara tahunan, bulanan, mingguan, harian, atau periode yang lebih pendek. Model ini dibedakan menjadi deterministic dan stochastic. Time series deterministic model menyadari adanya pengaruh kerandoman pada data, namun model ini tidak menerangkan sumber atau ciri kerandoman itu. Sementara penggunaan time series stochastic model menunjukkan bahwa data dihasilkan oleh proses random yang punya bentuk dan dapat dijelaskan. Pada model terakhir ini tidak perlu asumsi bahwa pola masa lalu akan berulang.