jump to navigation

Latar Belakang Juli 25, 2007

Posted by haniif in My Thesis.
Tags: , ,
trackback

Inventori (stock barang) merupakan permasalahan operasional yang sering dihadapi oleh swalayan. Inventori bisa berupa jumlah barang yang diletakkan di etalase swalayan atau bisa berupa jumlah barang yang disimpan di gudang. Jika jumlah inventori terlalu sedikit dan permintaan tidak dapat dipenuhi karena kekurangan persediaan, hal ini akan mengakibatkan konsumen akan kecewa dan ada kemungkinan konsumen tidak akan kembali lagi. Begitu juga jika inventori terlalu besar, hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi swalayan karena harus menyediakan tempat yang lebih besar, kemungkinan terjadinya penyusutan nilai guna barang, serta harus menyediakan biaya-biaya tambahan yang terkait dengan dengan biaya inventori seperti biaya pemeliharaan dan biaya akuntansi. Karena itu, manajemen harus bisa memutuskan berapa banyak suatu barang harus disiapkan (distock) untuk keperluan swalayan. Selain itu, manajemen juga harus jeli dalam melihat kebutuhan konsumen sehingga mereka merasa puas karena mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

Untuk melihat dan mendapatkan jumlah inventori yang tepat serta bisa melihat kebutuhan konsumen, manajemen harus sering mengadakan kajian terhadap masalah tersebut. Mereka memerlukan survei pasar, menganalisa data penjualan, mengamati pola pembelian, mengamati keterkaitan barang yang dibeli oleh konsumen, dan kegiatan lain-lainnya. Salah satu kajian yang bisa di lakukan untuk mengetahui kondisi pasar (konsumen) adalah dengan mengamati transaksi penjualan dan dilanjutkan dengan melakukan pengolahan terhadap data penjualan tersebut. Dengan proses pengolahan terhadap data penjualan ini, manajemen bisa mendapatkan informasi yang digunakan untuk keperluan manajemen inventori swalayan seperti menentukan jumlah barang yang harus disiapkan di gudang, mengatur jumlah minimal stok, jumlah stok aman (safety stock,) dan jumlah stok maksimal setiap barang. Selain itu dengan menggunakan informasi ini, manajemen bisa memutuskan kapan mereka harus melakukan re-order pembelian barang pada suplier, menentukan strategi yang harus dilakukan jika ada barang yang pergerakan stoknya lambat serta menentukan barang apa yang harus dihapus dari stok karena sudah tidak diminati oleh konsumen. Dari pengolahan data ini juga bisa didapatkan keterkaitan antara barang yang dibeli oleh konsumen. Informasi tentang keterkaitan barang ini bisa digunakan untuk menentukan strategi pemasaran dan meningkatkan pelayanan pada konsumen, semisal dengan membuat penataan barang yang efektif di etalase swalayan atau dengan membuat promo-promo penjualan pada beberapa item barang yang berkaitan.

PT XYZ, sebuah swalayan di Surabaya, sudah melakukan pencatatan dengan komputerisasi dalam setiap transaksi yang dilakukan, dengan tujuan efisiensi kerja dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Transaksi penjualan dicatat dan disimpan dalam sebuah mesin kasir (POS Sistem) kemudian secara berkala data tersebut direkap dan disimpan dalam sebuah basis data server. Basis data tersebut berisi rekapitulasi seluruh transaksi penjualan selama beberapa periode. Data inilah yang kemudian diolah sehingga dihasilkan laporan penjualan dan laporan laba rugi swalayan.

Sebenarnya data penjualan tersebut bisa diolah lebih lanjut sehingga didapatkan informasi lain selain laporan penjualan dan rugi laba. Informasi yang didapatkan dari pengolahan lanjutan tersebut bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan manajemen. Salah satunya adalah untuk membantu manajemen menyediakan informasi guna memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan inventori swalayan dan untuk menentukan strategi pemasaran.. Seperti menentukan kapan harus melakukan re-order pembelian pada supplier, memutuskan untuk menghapus suatu barang dari inventori, mengetahui pola pembelian konsumen, dan menentukan model penataan barang yang efektif di swalayan. Pengolahan data untuk menghasilkan informasi tersebut saat ini tidak bisa dilakukan karena basis data yang ada di server dirancang hanya untuk menghasilkan laporan penjualan dan laba rugi dengan merangkum dari data transaksi dari yang ada di mesin kasir dan data detail transaksi tetap disimpan di masing-masing mesin kasir. Sebenarnya diawal pengembangan sistem sudah pernah diterapkan model penyimpanan data detail transaksi pada basis data server, tapi karena mengakibatkan kinerja sistem menjadi lambat, manajemen memutuskan hanya menyimpan rekapitulasi dari transaksi penjualan di basis data server sedangkan detail transaksi tetap disimpan di mesin kasir.

Penelitian yang dilakukan berkaitan dengan desain dan implementasi aplikasi pendukung keputusan yang mengolah data penjualan sehingga menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk membantu manajemen swalayan memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan manajemen inventori swalayan serta menentukan strategi pemasaran. Untuk itu dibuat sebuah aplikasi data warehouse yang dilanjutkan dengan analisis menggunakan model dimensional pada OLAP. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan proses data mining dengan menggunakan metode Association Rule yang ada pada SQL Server 2005. Selanjutnya informasi tersebut disajikan dengan mengunakan SQL Reporting Services 2005.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: