jump to navigation

Manajemen Inventori Agustus 1, 2007

Posted by haniif in My Thesis.
Tags: ,
trackback

Tujuan utama dari manajemen inventori adalah menjaga investasi inventori dan menjaga kehilangan inventori pada titik yang minimal. Peranan manajemen inventori adalah menemukan titik yang seimbang antara kebutuhan perusahaan dan biaya pengadaan ditambah dengan biaya penyimpanan, dimana tercapai tingkat inventori yang optimal dan biaya yang minimal.

Biaya-Biaya yang Terkait dengan Inventori

Menurut Dobler et al terdapat 2 (dua) macam biaya yang terkait dengan biaya inventori [3], yaitu :

  • Biaya Pemeliharaan (Carrying Cost)

    Biasanya berkisar antara 23-35 persen dari total nilai inventori perusahaan pertahun, yang terdiri dari :

    • Biaya kesempatan dari dana yang diinvestasikan sebesar 12-20 %

    • Biaya asuransi sebesar 2 – 4 %

    • Pajak properti sebesar 1 – 3 %

    • Biaya penyimpanan sebesar 1 – 3 %`

    • Kadaluarsa sebesar 4 – 10 %

      Total 20 – 40 %

  • Biaya Akuisisi

    Faktor yang terkait dengan biaya akuisisi adalah proses pengadaan dan administrasi, yang terdiri dari :

    • Biaya operasi dan gaji pegawai

    • Biaya material seperti kertas, amplop, dan alat tulis lainnya.

    • Biaya pelayanan seperti telepon, fax dan biaya pengiriman.

Klasifikasi Inventori

Ada beberapa macam klasifikasi inventori, menurut Dobler at al, ada beberapa klasifikasi inventori yang digunakan oleh perusahaan, antara lain [3]:

  • Inventori Produksi

    Yang termasuk dalam klasifikasi invetori produksi adalah bahan baku dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses produksi dan merupakan bagian dari produk. Bisa terdiri dari dua tipe yaitu item spesial yang dibuat khusus untuk spesifikasi perusahaan dan item standart produksi yang dibeli secara off-the-self.

  • Inventori MRO (Maintaintenance, Repair, and Operating supplies)

    Yang termasuk dalam katagori ini adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi namun tidak merupakan bagian dari produk. Seperti pelumas dan pembersih.

  • Inventori In-Process

    Yang termasuk dalam katagori inventori ini adalah produk setengah jadi. Produk yang termasuk dalam katagori inventori ini bisa ditemukan dalam berbagai proses produksi.

  • Inventori Finished-goods

    Semua produk jadi yang siap untuk dipasarkan termasuk dalam katagori inventori finished goods. PT XYZ adalah sebuah swalayan yang menjual produk-produk yang siap untuk dipakai. Tidak ada proses pengolahan yang ada disana, sehingga semua inventori yang dimilikinya termasuk dalam katagori ini.

Komentar»

1. wong pwt - Maret 5, 2009

saudaraku numpang, minta ilmu semoga ini bisa bermfaat untuku. terima kasih untuk pengasuh blog ini, wassalam. ( bisa gak kalau di print biar gak lupa ).

2. Salvatore - April 30, 2010

masih bingung manfaat inventory tuk perusahaan banyak yg bilang inventory hanya menambah ekspense

3. tatang - November 9, 2011

bisa ga lebih rinci contoh dalam penerapan realnya

4. eckoshenlong - Januari 21, 2012

Wah cocok banget nih dengan tugas, izin sedot ilmunya ya gan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: